Di era digital seperti sekarang, setiap bisnis dituntut untuk tampil meyakinkan secara online. Tidak cukup hanya memiliki akun media sosial atau website utama, Anda juga membutuhkan landing page yang fokus dan efektif.
Landing page ibarat gerbang utama yang menyambut calon pelanggan Anda. Dari sinilah mereka pertama kali menilai apakah bisnis Anda profesional, layak dipercaya, dan memberikan solusi terbaik untuk kebutuhan mereka.
Pertanyaannya: sudahkah bisnis Anda memiliki landing page yang mampu mendatangkan konversi?
Jika belum, jangan khawatir. Artikel ini akan membahas secara tuntas tips membuat landing page untuk bisnis agar benar-benar efektif, menarik, dan siap mendongkrak hasil pemasaran digital Anda. Dan tentu saja, semua tips ini dibawakan oleh NazwaGraha, partner IT & digital marketing yang siap membantu Anda menghadirkan landing page berkualitas tinggi.
Banyak pebisnis yang masih keliru membedakan landing page dan homepage.
Homepage adalah pintu depan website yang berfungsi menampilkan gambaran umum bisnis. Isinya biasanya beragam: tentang perusahaan, layanan, kontak, artikel, dan lain-lain.
Landing page, sebaliknya, adalah halaman khusus yang fokus pada satu tujuan utama—misalnya penjualan produk, pendaftaran webinar, atau pengisian formulir.
Artinya, landing page dirancang bukan untuk sekadar memberikan informasi, tetapi mengarahkan pengunjung agar mengambil tindakan tertentu (konversi).
Dengan kata lain, landing page adalah “mesin penjual” digital Anda.
Lead Generation Landing Page
Fokus: mengumpulkan data prospek (email, nomor WA, dsb.).
Biasanya digunakan untuk kampanye iklan berbayar.
Sales Landing Page
Fokus: langsung menjual produk/jasa.
Mengandung detail produk, testimoni, dan tombol pembelian.
Click-Through Landing Page
Fokus: menjembatani iklan dengan halaman penawaran utama.
Contoh: halaman pre-sale sebelum masuk ke checkout.
Landing page memiliki nilai strategis yang tidak bisa diabaikan:
🎯 Fokus pada konversi – tidak membingungkan pengunjung dengan banyak pilihan.
📈 Meningkatkan ROI iklan – setiap klik iklan diarahkan ke halaman yang relevan.
🤝 Membangun kepercayaan – dengan elemen seperti testimoni, jaminan, dan portofolio.
🔎 Mendukung SEO dan brand visibility – jika dioptimasi dengan benar.
Jika Anda ingin bisnis online berkembang pesat, landing page adalah investasi wajib.
Sekarang kita masuk ke inti: bagaimana membuat landing page yang benar-benar efektif?
Berikut adalah tips membuat landing page untuk bisnis yang bisa Anda terapkan:
Sebelum mendesain, tanyakan pada diri Anda:
Apakah landing page ini untuk menjual produk?
Untuk mengumpulkan data prospek?
Atau untuk mengarahkan ke konsultasi?
🚫 Kesalahan umum: membuat landing page dengan banyak tujuan sekaligus.
✅ Solusi: satu landing page = satu tujuan utama.
Headline adalah 5 detik pertama yang menentukan apakah pengunjung bertahan atau pergi.
Gunakan kalimat singkat, jelas, dan meyakinkan.
Contoh buruk: “Selamat Datang di Website Kami”.
Contoh bagus: “Tingkatkan Penjualan Anda 3x Lebih Cepat dengan Landing Page Profesional dari NazwaGraha”.
Headline yang tepat bisa langsung mengikat perhatian pembaca.
Landing page harus:
Bersih, profesional, dan tidak terlalu ramai.
Gunakan warna brand yang konsisten.
Tambahkan gambar produk, ilustrasi, atau ikon yang relevan.
Responsif – harus tetap rapi di layar HP, tablet, maupun desktop.
Ingat, 80% pengguna internet di Indonesia mengakses web lewat smartphone.
Copywriting adalah jiwa dari landing page.
Tips membuat copy yang menjual:
Fokus pada manfaat, bukan hanya fitur.
Gunakan bahasa emosional yang menyentuh kebutuhan audiens.
Singkat, padat, jelas.
Contoh:
❌ “Software ini memiliki 10 fitur unggulan.”
✅ “Hemat waktu kerja Anda hingga 50% hanya dengan 1 klik.”
CTA harus:
Singkat (2–4 kata).
Terlihat mencolok.
Diletakkan di beberapa titik strategis.
Contoh CTA efektif:
“Daftar Sekarang Gratis”
“Coba Demo 7 Hari”
“Konsultasi dengan NazwaGraha”
Testimoni pelanggan (lengkap dengan foto).
Logo klien besar/partner.
Jaminan: garansi uang kembali, transaksi aman.
Ini penting untuk menghilangkan rasa ragu calon pelanggan.
Landing page harus cepat dan SEO-ready:
Optimasi gambar → gunakan format WebP.
Gunakan HTML5 semantic tags.
Meta title & description dengan keyword utama.
Struktur heading H1–H3 rapi.
Landing page yang lambat = calon pelanggan pergi.
Semakin banyak field, semakin tinggi angka drop-off.
Cukup nama + email/WA.
Hindari 7–10 field yang bikin malas isi.
Jangan hanya buat landing page, tapi juga ukur performanya:
Gunakan Google Analytics untuk pantau traffic.
Facebook Pixel untuk remarketing.
Heatmap tool seperti Hotjar untuk tahu interaksi pengunjung.
Terlalu banyak teks dan distraksi.
Desain berantakan, tidak responsif.
CTA lemah atau tidak jelas.
Tidak ada trust elements.
Loading lambat.
Airbnb: sederhana, langsung CTA “Mulai Menghasilkan”.
Dropbox: headline kuat, visual simple, CTA jelas.
Startup lokal: banyak yang sukses dengan desain clean dan fokus.
NazwaGraha sendiri sudah mengembangkan berbagai landing page bisnis untuk klien di sektor UMKM, startup, hingga korporasi besar.
Ada beberapa cara:
CMS (WordPress + Elementor/Divi) → cocok untuk non-programmer.
Custom HTML5 + Bootstrap/Tailwind → cocok untuk tampilan unik & performa maksimal.
Landing Page Builder (Unbounce, Instapage, HubSpot) → praktis tapi biaya langganan tinggi.
Di NazwaGraha, kami memadukan desain custom + optimasi SEO lanjutan.
Landing page bukan hanya soal desain, tapi juga harus ditemukan di Google.
Strategi SEO:
Gunakan keyword utama tips membuat landing page untuk bisnis di H1 & paragraf awal.
Gunakan LSI keyword: desain landing page bisnis, cara meningkatkan konversi landing page, dsb.
Internal link → hubungkan dengan artikel blog lain.
Dapatkan backlink dari media relevan.
Membuat landing page yang efektif untuk bisnis bukan pekerjaan sembarangan. Dibutuhkan strategi desain, copywriting, kecepatan, hingga SEO.
Dengan mengikuti tips membuat landing page untuk bisnis versi NazwaGraha, Anda sudah selangkah lebih dekat untuk meningkatkan penjualan dan kepercayaan pelanggan.
Jika Anda ingin langsung punya landing page yang profesional, SEO-friendly, dan siap mendongkrak bisnis Anda, NazwaGraha siap membantu 🚀.
1. Apa perbedaan landing page dan website utama?
Landing page fokus pada satu tujuan konversi, sementara website utama berisi informasi umum.
2. Berapa biaya membuat landing page bisnis?
Biaya bervariasi, mulai dari ratusan ribu hingga jutaan, tergantung kompleksitas dan tingkat optimasi.
3. Apakah landing page cocok untuk semua bisnis?
Ya, baik UMKM, startup, maupun korporasi besar.
4. Bagaimana cara meningkatkan konversi landing page?
Gunakan headline kuat, CTA jelas, desain responsif, serta analisis data pengunjung.